HAL YANG HARUS DIUBAH INDONESIA
KARAKTER YANG HARUS DI UABAH DI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang memiliki banyak keragaman. Setiap orang punya sifat yang berbeda-beda dengan orang disekitarnya. Masalah yang dihadapi pun beragam, mulai dari tingkat kecil bahkan sampai ke nasional. Banyak sekali sifat-sifat serakah bahkan egois manusia yang dapa menyebabkan kerugian bagi oranglain bahkan negara. Seperti korupsi, narkoba, terorisme, demonstrasi yang menyebabkan kemacetan dan kerugian bagi orang lain.
Memang tidak semua masalah yang diadapi bangsa ini dapat terselesaikan dengan cepat. Masalah tidak bisa dihilangkan begitu saja. Harus ada proses yang harus dilewati untuk mengurangi masalah-masalah tersebut.
Apabila dibandingkan dengan dahulu ketika rakyat Indonesia bekerja sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia maka sekarang berbeda hal nya seperti waktu itu. Sekarang rakyat Indonesia sudah tidak banyak yang mementingkan oranglain namun mendahulkan kepentingan pribadinya.
B. Rumusan masalah
Sifat apa yang perlu diubah bangsa ini?
BAB II PEMBAHASAN
Sifat yang perlu diubah pada bangsa
1 . Rasis
Suatu paham pembedaan sikap atau perbuatan kepada kelompok masyarakat tertentu karna perbedaan rasial. Orang yang yang sering rasis atau menganut paham ini, menganggap ras nya lebih tinggi dari siapapun dan ini dapat mengganggap ras nya dapat mengatur ras orang lain. Rasis sudah mulai berkembang semenjak tahun 1940-an. Salah satu yang paing sring terjadi adalah perbedaan bangsa Indonesia yang dilakukan kepada suku Tionghoa
2. Membuang Sampah
Hal yang paling saya benci (bukan orangnya, tapi sifatnya) adalah melihat orang dengan sadar dan dengan sengaja membuang sampah sembarangan. Membuang sampah pada tempatnya adalah sesuatu yang amat dasar, sesuatu yang sudah diajarkan semenjak kita kecil, lewat petuah orangtua, di sekolah dalam mata pelajaran Kewarganegaraan, Agama (kebersihan adalah sebagain dari iman), dll. Namun masih saja banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Banyak alasan kenapa mereka melakukan hal tersebut, di antaranya adalah karena lebih mudah, tidak ada tempat sampah terdekat (simpan di tas/kantong celanamu dulu hingga menemukan tempat sampah), atau hal klasik lainnya seperti malas, dll. Lebih parahnya lagi, ada kebiasaan orang-orang Indonesia yang membuang sampah di pinggir jalan, di kolong meja kelas hingga membuang sampah ke sungai. Itu sungguh kebiasaan yang sangat buruk
3. Mengantri
Pola pikir selanjutnya yang harus diubah adalah soal mengantri. Orang Indonesia adalah orang yang kurang disiplin dalam hal mengantri, lihat saja di tempat-tempat publik seperti stasiun, terminal, bandara atau tempat pembayaran/kasir. Kita sudah terbiasa melihat pemandangan seperti kerumunan orang-orang yang tidak teratur dalam hal mengantri, mengular ke mana-mana dan saling berdesa-desakkan, sekalipun sudah disediakan tempat khusus untuk mengantri. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? Mungkin mereka takut kehabisan karcis/tiket (semisal saat hari raya/liburan panjang), ingin cepat dan tak mau berlama-lama (tak sabaran) dan berbagai alasan lainnya. Apakah Anda pernah melihat berita tentang orang-orang yang berdesakan saat pembagian BLT/sembako murah yang berujung rusuh sehingga memakan banyak korban luka-luka? Itu sungguh sangat disayangkan
4. Pungli
yang terakhir ini adalah salah satu budaya yang sudah mengakar di Indonesia. Beruntunglah, sekarang sudah ada yang namanya SABER PUNGLI. Pungli ini sudah ada sejak lama dan tidak hanya dilakukan di instansi pemerintahan saja, namun sudah merambah ke tempat-tempat lainnya. Perihal pungli ini ada yang pro dan kontra, alasan yang pro karena dengan adanya pungli ini bagi PNS nakal bisa menambah pundi-pundi penghasilan, lain pula dengan warga yang menyatakan dengan adanya pungli ini bisa mempercepat proses pembuatan suatu hal (semisal pembuatan eKTP, paspor, perizinan, dll). Uniknya lagi, pungli ini pun sudah masuk ke ranah pendidikan. Ada istilah ketika orangtua 'menitipkan' anaknya pada suatu sekolah (biasanya sekolah negeri populer, sekolah yang menerapkan standar tinggi, terdapat tes tertulis/wawancara, dll), dengan memberikan suatu 'biaya' lebih agar anaknya dipermudah untuk masuk ke sekolah tersebut. Meskipun terdapat pro dan kontra, pungli ini pun jelas sangat merugikan masyarakat Indonesia. Pola pikir untuk 'memberi' atau 'menerima' yang bukan pada tempatnya harus kita basmi, yaitu dengan cara melaporkannya ke SABER PUNGLI atau minimal Anda bisa berlaku disiplin, jujur dan menaati peraturan yang ada.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil adalah negara kita Indonesia masih memiliki banyak sekali masalah-masalah yang dihadapi dan harus diubah. Kita sebagai mahasiswa haruslah bertindak cerdas dan aktif dalam menanggulangi masalah sifat yang dialami bangsa Indonesia. Melakukan yang terbaik untuk Negeri kita akan membantu membuat perubahan bagoi bangsa ini.
daftar pustaka:
Komentar
Posting Komentar