KEBUDAYAAN DI INDONESIA



KEBUDAYAAN

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar belakang

kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat (Andreas Eppink). Kebudayaan di Indonesia meliputi Adat istiadat, Bahas, pakaian adat, rumah adat, seni musik, seni tari, dan lain sebagainya.
Kebudayaan di Indonesia diturunkan dari nenek moyang kita dahulu. Mempelajari kebudayaan itu sendiri bisa terbilang cukup rumit dan ada nilai-nilai tertentu karena banyak sekali batasan konsep dari sumber bacaan atau literatur, bahasa, sejarah, dan sudut pandang manusia.

B. rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan
2. Apa unsur-unsur kebudayaan
3. Apa saja karakteristik kebudayaan
4. Apa saja macam-macam kebudayaan
5. Kebudayaan di Indonesia masih relevan atau tidak
6. Bagaimana pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia

BAB II PEMBAHASAN

1.       KEBUDAYAAN

Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam bahkan memiliki beberapa karakteristik tersendiri yang memiliki faktor terutama faktor geografis, agama , politik, ekonomi dan sebagainya.
Macam-macam kebudayaan di Indonesia
Menurut TAP MPRI No. 11 tahun 1998 kebudayaan nasional adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkar dan martabat bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap kehidupan bangsa. Dengan demikian pembangunan nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

2.       Unsur kebudayaan universal dipecah dalam unsure yang lebih kecil.

1.      Culture Universe
   → kebudayaan semesta yang dijumpai di kelompok manapun di dunia
2.      Culture activities
   → kegiatan kebudayaan setempat
3.      Trait Complexes
   → alat-alat yang melengkapi kegiatan kebudayaan setempat
4.      Traits             
→ unsure pelengkap yang lebih kecil daripada kompleks unsure yang masih bisa diuraikan satu persatu. Misalnya: kerangka unsure bajak dalam pertanian, unsure pelengkapnya terdiri dari bajak itu sendiri, orangdan binatang
5.      Items
→ unsure terkecil yang taidak bisa diuraikan lagi. Misalnya:bajak terdiri dari penarik, pisau bajak, dan kemudi
Ada beberapa ahli yang menyebutkan adanya unsur-unsur kebudayaan

3.       Karakteristik Budaya
Budaya memiliki sifat universal, artinya terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya, kapan pun dan dimanapun budaya itu berada. Adapun sifat itu adalah :
1.      kebudayaan adalah milik bersama
2.      kebudayaan merupakan hasil belajar
3.      kebudayaan didasarkan pada lambang
4.      kebudayaan terintegrasi
5.       kebudayaan dapat disesuaikan
6.       kebudayaan selalu berubah
7.       kebudayaan bersifat nisbi (relatif)

4.       Macam-macam kebudayaan

Kebudayaan di Indonesia tersebar di banyak daerah. Tersebar di 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Memiliki ciri khas dan karakteristik masing-masing. Bentuk dan caranya pun berbeda-beda. Macam-macam kebudayaan yang ada di Indonesia.
1.    Suku Bangsa
Suku bangsa di Indonesia sangat banyak. Ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Salah satu provinsi di Indonesia adalah Sumatera Utara yang salah menjadi salah satu provinsi yang memiliki bermacam-macam suku bangsa.  Suku asli Sumatera Utara meliputi Batang Angkola, batak toba, batak karo, batak simalungun, batak pakpak, batak mandailing, melayu langkat, dan nias.

Suku Batang Angkola
Nama Angkola itu sendiri merupakan nama yang diambil dari nama sungai batang Angkola atau batang sungai. Nama ini diberi oleh Rajendra Kola penguasa pada saat itu. Suku Batak Angkola dikenal beberapa marga, yakni Hasibuan, Rambe, Siregar, Harahap, Daulay, Ritonga, Hutashut, dan Tanjung.

Suku Batak Toba
Orang Toba atau Batak Toba berdiam di daerah sekitar Danau Toba, Pulau Samosir, Dataran Tinggi Toba, Silindung, Sekitar Barus dan Sibolga sampai ke daerah pegunungan Bukit Barisan antara Pahae dan Habinsaran di Sumatera Utara. Daerah tersebut sekarang termasuk dalam wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Jumlah populasinya sekarang sekitar 700.000 jiwa. Sebagian dari mereka banyak yang merantau ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Suku Batak Karo
Orang karo atau Batak karo adalah salah satu sub-suku bangsa Batak. Mereka mendiami Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli Hulu dan sebagian daerah Dairi. Wilayah mereka sekarang termasuk bagian dari Kabupaten Karo. Jumlah populasinya sekitar 300.000 jiwa mendiami daerah seluas kira-kira 5.000 kilometer persegi. Menurut sensus tahun 1930 orang Karo berjumlah sekitar 120.000 jiwa, pada sensus tahun 1963 menjadi sekitar 154.000 jiwa dan pada tahun 1972 berjumlah sekitar 370.000 jiwa. Sekarang diperkiraan hampir satu juta jiwa, termasuk orang Karo yang tersebar di berbagai daerah.

Suku Batak Simalungun
Orang Simalungun atau Batak Simalungun adalah suku bangsa Batak. Mereka mendiami daerah Simalungun yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Simalungun, dan sebagian lagi di Kotamadya Pematangsiantar. Jumlah populasinya sekitar 891.000 jiwa

Suku Batak Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Dairi merupakan sebagian besar wilayah yang ditinggali oleh Suku Batak Pakpak. Sementara itu asal usul suku ini dipercaya berasal dari Kerajaan Chola di India yang pernah menyerang Kerajaan Sriwijaya pada abad 11 M.

Suku Batak Mandailing
Nama Mandailing diambil dari kata Mandala dan Holing yang merupakan sebuah wilayah Kerajaan Kalinga yang berdiri sebelum kerajaan sriwijaya. Suku Mandailing ini sendiri mendiami beberapa daerah di Sumatera Utara, yakni, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Batubara, dan di Asahan

Suku Melayu Langkat
Orang Melayu ini mendiami daerah sepanjang pesisir timur pulau Sumatera, mulai dari daerah Langkat di utara sampai ke Labuhan Batu di selatan. Dari daerah pantai sampai ke perbukitan dekat kaki Pegunungan Bukit Barisan. Mereka bermukim di sekitar Kotamadya Medan, Binjai, Tebingtinggi dan Tanjung Balai. Sebagian lagi di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Asahan dan Labuhan Batu, di Provinsi Sumatera Utara. Untuk membedakan diri dengan kelompok suku bangsa melayu lain mereka lebih suka menyebut kelompoknya sebagai orang Melayu Deli atau Melayu Langkat. Jumlah populasinya sukar dihitung dengan pasti, hanya diperkirakan berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa lebih. Di daerah-daerah tersebut pemukiman mereka berbaur dengan suku-suku bangsa lain, seperti dengan orang Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Nias, Minangkabau, Aceh, Jawa dan lain-lain.

Suku Nias
Suku bangsa Nias mendiami Pulau Nias yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera. Bersama dengan beberapa pulau kecil di sekitarnya daerah ini sekarang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Penduduk asli pulau itu menamakan diri mereka Ono Niha, artinya "anak manusia", dan menyebut pulau mereka Tano Niha, artinya "tanah manusia". Populasi suku bangsa ini diperkirakan berjumlah sekitar 480.000 jiwa. Sedangkan yang lain adalah para pendatang, seperti orang Batak, Aceh, Minangkabau dan Cina.

2.    Bahasa Daerah
Bahasa daerah di Indonesia tergantung pada suku bangsanya masing-masing. Untuk Indonesia bagian barat bahasa daerahnya berbeda-beda, tetapi untuk Indonesia bagian timur tidak terlalu memakai banyak bahasa daerah. Bahasa daerah di provinsi Sumeta utara juga tergantung pada sukunya. Berbeda suku berbeda pula bahasa daerahnya, walaupun sama-sama suku bata namun masih ada perbedaan kata-kata dan pengucapan bahasanya masing-masing.
A.    Batang angkola memakai bahasa angkola
B.    Batak toba memakai bahasa toba
C.   Batak karo memakai bahasa karo
D.   Batak simalungun memakai bahasa simalungun
E.    Batak pakpak memakai bahasa pakpak
F.    Batak mandailing memakai bahasa mandailing
G.   Nias memakai bahasa nias
H.   Melayu langkat memakai bahasa melayu

3.    Rumah adat
Rumah Adat Bolon
Rumah adat Bolon yang ada di provinsi Sumatera Utara ini biasanya disebut Rumah Balai Batak Toba, dan telah diakui oleh Nasional sebagai perwakilan rumah adat Sumatera Utara. Dilihat dari bentuknya, rumah adat ini berbentuk persegi panjang, termasuk kategori rumah panggung. Dan hampir keseluruhannya bangunannya terbuat dari bahan alam.
Rumah panggung ini umumnya dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup bersama-sama. Tujuan rumah panggung adat bolon di buat supaya memiliki kolong rumah. Kolong rumah tersebut digunakan sebagai kandang hewan pemeliharaan masyarakat Batak, seperti kerbau, ayam, dan kambing.
5.      Seni tari, seni musik dan pakaian adat
Seni tari adalah salah satu ciri khas suatu kebudayaan adalah seni tari dan seni musik. Namun seni tari adalah salah satu yang paling sering melambangkan suku bangsa dan kebudayaan itu sendiri.
Berikut 8 tarian tradisional Indonesia yang paling terkenal.
1.    Tari Saman (Aceh)
2.    Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)
3.    Tari Piring (Sumatera Barat)
4.    Tari Sekapur Sirih (Jambi)
5.    Tari Cokek (Banten)
6.    Tari Yapong (DKI Jakarta)
7.    Tari Jaipong (Jawa Barat)
8.    Tari Serimpi (Jawa Tengah)

Seni musik Tradisional yang terkenal adalah
·          Angklung.
·          Sasando.
·          Bonang.
·          Gendang Melayu.
·          Serunai.
·          Gong.
·          Slenthem.
·          Ganda.

6.      Kebudayaan yang diturunkan dari nenek moyang

Kebudayaan di Indonesia yang diturunkan dari nenek moyang
1. Sunatan di Aceh
Bagi masyarakat urban, sunatan buat anak biasanya digelar secara sederhana. Pagi anak diantar ke rumah sakit untuk dikhitan, sorenya bikin syukuran dan bagi-bagi makanan di lingkungan rumah lalu sudah.
Tapi buat masyarakat yang masih memegang teguh tradisi, sunatan dilakukan dengan prosesi yang panjang dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Contohnya tradisi sunatan di Aceh yang prosesinya dimulai tiga hari sebelum si anak disunat.
 Di Aceh, walah hanya satu anak yang sunatan, seluruh warga desa bergerak. Prosesi sunatan di Aceh full aturan adat dari konsep pakaian hingga makanan.Walhasil, biaya penyelenggaraannya pun cukup besar.

2. Mitoni
Mitoni adalah upacara mempersiapkan kelahiran bayi saat usia kehamilan 7 bulan. Upacara adat Jawa ini lekat dengan budaya Islam.
Jika diselenggarakan dengan adat Jawa utuh, prosesi mitoni membutuhkan seharian penuh dan biaya yang relatif besar. Upacara ini mirip-mirip dengan pernikahan Jawa, ada sungkeman dan siraman. Keluarga yang menggelar upacara ini juga harus mengundang tetangga dan kenalan untuk ikut mendoakan si jabang bayi.
3. Rambu Solo
Tradisi mengantar kepergian jenazah di Toraja ini menjadi daya tarik wisata Sulawesi. Sebab, upacaranya digelar secara rumit tapi menarik.
Rambu Solo wajib digelar masyarakat asli Toraja. Jika salah seorang keluarga meninggal tapi belum digelar Rambu Solo, jenzahnya akan diperlakukan seperti orang sakit. Dia bakal diberi makan-minum, ditidurkan di ranjang, dan bahkan diajak mengobrol. 
Saking besarnya biaya Rambu Solo, banyak warga Toraja yang harus menunggu hingga berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun untuk melaksanakannya. Sebab, mereka harus mengumpulkan uang dulu sampai cukup untuk membayar seluruh prosesi yang bisa mencaapai ratusan juta rupiah.
4. Tiwah
Sementara Toraja punya Rambu Solo, warga Dayak di Kalimantan punya Tiwah. Tradisi ini digelar untuk menyucikan jiwa orang yang telah meninggal agar diterima di surga.
 Sama seperti masyarakat Toraja, komunitas Dayak juga harus menabung lama untuk menyelenggarakan tradisi yang digelar non-stop selama sebulan ini. Biaya untuk menyelenggarakan Tiwah puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tapi biasanya warga setempat ikut mengumpulkan sumbangan bagi keluarga yang akan menyelenggarakannya. 
5. Ngaben
Ngaben adalah tradisi pembakaran jenazah di Bali. Tradisi di Indonesia yang masih dilestarikan ini bisa menyedot dana puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Dulu Ngaben digelar secara perseorangan. Artinya bila seorang anggota keluarga meninggal, maka keluarganya akan menggelar Ngaben agar jiwanya tenang. Tapi sekarang warga Bali lebih sering menyelenggarakan Ngaben secara bersama-sama. 
Sebab, biaya penyelenggaraan bisa ditanggung bersama. Sementara menanti barengan, jenazah keluarga tersebut akan dikubur atau disimpan di dalam rumah hingga Ngaben tiba.

7.    Pengaruh kebudayaan asing di Indonesia

Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.

Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju, pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.

Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi yang sangat luar biasa

BAB III KESIMPULAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak kebudayaan di dalamnya. Berbagai suku bangsa dan bahasa yang beragam tetapi menjadi salah satu cara untuk mempersatukan bangsa. Sejak zaman dahulu nenk moyang bangsa Indonesia sudah mewariskan kebudayaan di Indonesia yang sampai saat ini masih banyak diturunkan dan dipertahankan.
Budaya di Indonesia saat ini masih banyak dipertahankan. Salah satunya adalah suku batak yang menjunjung tinggi kebudayaannya bahkan kemana pun bangsa batak itu sendiri pergi. Meskipun anak muda di zaman sekarang banyak yang melupakan budaya itu sendiri namun kebanyak orang tua masih mempertahanan dan mewariskan budaya yang ia miliki kepada anak-anaknya.
Salah satu yang mempengaruhi anak muda melupakan kebudayaannya adalah budaya asing atau budaya barat yang  masuk ke Indonesia. Anak-anak muda sudah mulai tidak peduli ia memiliki suku apa, bahkan silsilah keluarganya bagaimana. Tidak tau bahasa daerah yang ia miliki sekarang, bahkan karena itu ia tidak tau adat istiadat di dalam sukunya.
Budaya barat memang membuat kita terlihat lebih maju namun bukan berarti kita melupakan budaya kita sendiri. Salah satunya adalah tarian tradisional. Banyak anak muda yang sama sekali tidak mengerti dan tau tari tradisional di Indonesia tetapi ia lebih mementingkan dance-dance yang saat ini sangat berkembang di dunia bahkan di Indonesia.

BAB IV KEPUTUSAN YANG DIAMBIL

Sebagai anak muda yang peduli terhadap kebudayaan biarlah kita menjadi anak-anak yang peduli terhadap kebudayaan dan bukan melupakan kebudayaan ita sendiri. Tetap menjalankan budaya yang diwarisi oleh nenek moyang kita. Menjadi kaum muda yang peduli terhadap lingkungan sekitar kita.

REFERENSI



Komentar

Postingan Populer