Tugas 2_MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
NAMA: KARUNIA LUMBANTORUAN
NPM : 33418607
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK IMDUSTRI
2018
PENDAHULUAN
1.Latar
belakang
Puji dan syukur kita panjatkan
kepada Tuhan yang maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah dengan tepat waktu. Ada pun judul dari makalah atau
paper ini adalah “MANUSIA DAN KEBUDAYAAN”. Dalam karya tulis ini penulis akan
membahas tentang manusia, hakekat manusia, hubungan manusia dan kebudayaan,
unsur manusia, kepribadian manusia bangsa timur khususnya bangsa Indonesia,
perubahan kebudayaan dan pengertian kebudayaan.
Melalui kata pengantar ini
penulis akan terlebih dahulu memohon maaf apabila ada kesalahan penulisan, arti
dan tanda baca yang penulis lakukan di dalam makalah ini. Dengan ini, penulis
mempersembahakan makalah ini dengan rasa hormat dan terima kasih.
2. Tujuan penulisan
Ada pun tujuan penulisan paper
ini adalah menyelesaiakan salah satu tugas mata kuliah penulis, serta dapat
membahas bagaimana hubungan kehidupan manusia dengan kebudayaan.
Seperti yang kita ketahui saat
ini budaya sudah mulai hilang di Indonesia. Oleh sebab itu dengan paper ini
penulis ingin semua pembaca memahami hubungan manusia dan kebudayaan
PEMBAHASAN
Pengertian Manusia Menurut kamus Besar Bahas Indonesia dan Asal Usul kata
Manusia
Secara bahasa, manusia
berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir,
berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam
hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living
organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan
secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik
lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial),
maupun kesejarahan.
Manusia seutuhnya
adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya
manusia dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat jasmaninya manusia
dapat menerapkan dan merasakan kemudahan yang diperolehnya dari teknologi tersebut
sedangkan melalui rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui
ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat membuat perubahan di berbagai
bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang dilaluinya sebagai upaya penyesuaian
terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang
menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya dalam hal kemampuannya
beradaptasi dengan alam.
Manusia
dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana
manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan
yang ada di daerah yang di tinggalinya. Sedangkan Manusia atau orang dapat
diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau
secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens
(manusia yang tahu), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan
menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam
hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidupSelain itu manusia
merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu
kebiasaan-kebiasaan tertentu yang pada akhirnya menjadi budaya yang biasa
mereka lakukan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri
adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang
diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai
pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia
di dalam kehidupannya
Hakikat manusia adalah
pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia
dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam
rangka survive manusia mampu
memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.
Konsep kebudayaan yang dikemukakan oleh Geertz memang sebuah konsep yang
dianggap baru pada masanya. Seperti dalam bukunya Interpretation of Culture, ia
mencoba mendefinsikan kebudayaan yang beranjak dari konsep yang diajukan oleh
Kluckholn sebelumnya, yang menurutnya agak terbatas dan tidak mempunyai
standard yang baku dalam penentuannya. Berbeda dengan Kluckholn, ia menawarkan
konsep kebudayaan yang sifatnya interpretatif, sebuah konsep semiotik, dimana
ia melihat kebudayaan sebagai suatu teks yang perlu diinterpretasikan maknanya
daripada sebagai suatu pola perilaku yang sifatnya kongkrit (Geertz; 1992, 5).
Dalam usahanya untuk memahami kebudayaan, ia melihat kebudayaan sebagai teks
sehingga perlu dilakukan penafsiran untuk menangkap makna yang terkandung dalam
kebudayaan tersebut. Kebudayaan dilihatnya sebagai jaringan makna simbol yang
dalam penafsirannya perlu dilakukan suatu pendeskripsian yang sifatnya mendalam
(thick description).
Bangsa timur memiliki karakter dan kepribadian yang
kuat yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma social yang berlaku.
Orang-orang timur mempunyai manner yang
khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan
keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana
mereka salingmemberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan
atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma
norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya saja
nilai kesopanan. Di beberapa negara di Asia ada cara dimana kita harus
menundukkan/membungkukkan badan 90 derajat pada orang yang lebih tua atau
mempunyai kedudukan yang lebih tinggi secara finansial maupun pendidikannya
untuk menunjukkan rasa hormat kita. Kepribadian bangsa timur juga identik
dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian.
Orang-orang timur juga sangat mengedepankan kepentingan bersama daripada
kepentingan yang bersifat pribadi.
Bangsa lain juga
sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling
menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa
timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa
timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan
berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan
kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari
seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek
moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. bangsa timur juga terkenal
sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan
itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.
Bangsa
lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis,
dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain
itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar
sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja
keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu
mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga
tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa
timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. bangsa
timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan
bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam
berperilaku.
Contoh Kebudayaan Bangsa Timur Yang Masih Di Lestarikan Di Indonesia
Kita di
Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang
berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan
bersahabat. Orang – orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian
bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama
lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa
Barat .
Negara Indonesia
memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam
bagian negara-negara yang ada dalam posisi benua asia memiliki adat yang
disebut adat ketimuran. Indonesia yang tergabung dari berbagai suku dan
terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati
antar sesama. Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara barat, karena
pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. Dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan
santun, saling menghargai dan gotong royong selalu menjadi dasar hidup
masyarakat Indonesia.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Namun di zaman yang sekarang ini,
Indonesia yang merupakan bangsa yang berkebudayaan Timur, telah bergeser
kebudayaanya ke arah budaya Barat.
Perubahan kebudayaan di masa lalu , masa sekarang dan masa yang akan datang.
Budaya pada masa lampau memiliki relevansi dengan budaya masa sekarang dan masa
yang akan datang. Di masa lalu hidup nenek moyang kita hidup sangat terbatas ,
tidak ada alat penerangan sama sekali pada malam hari dunia serasa tiada
penghuni, namun mereka tetap dapat bertahan hidup dengan pakaian seadanya
makanan seadanya yang tersedia di alam bahkan mereka tidak mengenal bahasa dan
buta akan pengetahuan hidup hanya bermodal jasad dan jiwa. Namun, manusia di
berkahi pikiran untuk terus berinovasi begitu pula dengan perubahan budaya yang
terus berlangsung dan tidak akan berhenti selama manusia berfikir di muka bumi
ini.
Warisan budaya masa lalu dari perkembangan peradaban dari paling primitive
yaitu ketika manusia masih menggantungkan hidup pada batu-batuan kemudian
manusia mulai menemukan api lalu kepercayaan pada hal-hal gaib, tradisi dan
adat istiadat yang sudah mulai berkembang pada setiap Negara dan daerah nya
masing-masing.nilai-nilai budaya masih sangat melekat di masa lalu norma dan
nilai agama, adat istiadat masih di junjung tinggi oleh masyarakat dulu.
Budaya yang di wariskan nenek moyang kita telah mulai di tinggalkan dan mulai
terkikis pada masa kini. Pada masa sekarang masyarakat di uji oleh berbagai
budaya asing dan perlahan mulai menerimanya.
Di masa sekarang nilai-nilai kebudayaan mulai pudar, mungkin suatu saat
akan hilang seiring berjalan nya waktu, pada kenyataan nya tradisi masyarakat
dulu tidak dapat bertahan seiring berkembang nya zaman, tradisi lama di ganti
dengan dunia modern, budaya modern saat ini berpusat pada hiburan , dunia
gemerlap, dunia anak muda , teknologi canggih dan semacamnya. Bagaimana
dengan masa yang akan datang ? tentunya perubahan akan terus terjadi seiring
dengan perkembangan zaman. Di masa sekarang pun sebagian besar masyarakat
Indonesia mulai meninggalkan tradisi nenek moyang kita. Apakah di masa yang akan
datang tradisi kita akan hilang dan punah atau malah sebalik nya, untuk itu di
masa sekarang harus nya kita terus cepat sadar dan membangun kembali budaya
kita dangan inovasi yang menarik agar akan tetap terus bertahan sampai kapan
pun.
Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta
yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal)
atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai
hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa
kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan
unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar
sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal
dan ikhtiar manusia.
Kebudayaan, cultuur (bahasa belanda),
culture (bahasa inggris), tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin
“colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan
mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini
berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk
mengolah dan mengubah alam”.
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya,
kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun
dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang
dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian
kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut :
1. Kebudayaan dalam arti
luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Kebudayaan dalam arti
sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang
mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.
Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara
berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh
kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti
kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di
dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Sedangkan Koentjaraningrat. Mengatakan
bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus
dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
PENUTUP
Manusia sebagai
makhluk Tuhan yang sempurna tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Kebudayaan
adalah salah satu pedoman hidup manusia khusunya bangsa timur yang masih sangat
erat dengan kebudayaannya masing-masing. Kebudayaan tidak dapat dilepas begitu
saja dari kehidupan manusia timur karna dapat merusak kehidupan manusia saat
ini.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar